Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Agustus 2016

Kepala Divisi Hukum Mabes Polri : Guru Tidak Akan Bisa Dipidana Apabila Dalam KBM

arcompnews.com - Divisi Hukum Mabes Polri memberikan penjelasan kepada para Guru bahwa saat ini Guru tidak harus takut untuk di pidanakan karena tindakan mendisiplinkan siswa yang bandel, nakal dan tidak mau nurut pada Guru.



Kasus pemukulan terhadap Dasrul, guru SMKN 2 Makassar, menebarkan kekhawatiran di kalangan pendidik. 

Kabar positif disampaikan Kepala Divisi Hukum Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di depan guru teladan program seminar perlindungan guru. 

Jenderal bintang dua ini mengatakan tindakan guru selama dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak akan dipidana.

Setyo menuturkan koridor KBM itu sudah jelas. Dia mencontohkan guru yang mencukur siswa karena siswa melanggar aturan yang sudah ada, tidak akan diproses pidana. 

’’Apalagi siswa tersebut sudah diperingati untuk memotong rambut sendiri, tetapi masih membandel,’’ jelasnya kemarin.

Dia menjelaskan setiap sekolah pasti sudah memiliki tata tertib atau rambu-rambu disiplin untuk seluruh siswanya. Tata tertib itu biasanya juga sudah dilengkapi dengan jenis-jenis sanksinya. Nah tindakan guru selama menegakkan rambu-rambu disiplin, menurut Setyo tidak bisa dipidanakan. 

Dia berharap, komunikasi yang baik terjalin antara orangtua dengan lingkungan sekolah. Di awal tahun ajaran baru, sebaiknya orangtua diberi tahu dengan detail, soal tata tertib dan aneka sanksinya itu. Sehingga bisa mencegah terjadinya konflik guru dengan orangtua siswa.

Menurut Setyo konflik antara orangtua siswa dan guru sebaiknya diselesaikan di meja perundingan atau kekeluargaan. Menurutnya kalaupun ada proses pemeriksaan oleh polisi di daerah-daerah, biasanya dipicu karena salah satu pihak masih belum terima dengan perundingan.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menuturkan, sebaiknya para guru bisa menahan emosi. 

’’Kalau menghukum siswa, jangan sampai dalam keadaan emosi,’’ jelasnya. Mantan kepala SMAN 3 Jakarta itu menuturkan, berkali-kali diolok-olok oleh siswanya, tetapi justru dirangkul.

’’Para guru tidak perlu nambah pekerjaan polisi. Nanti penjara bisa penuh,’’ katanya. Retno menuturkan ada kalanya guru dihadapkan dengan siswa yang bandel sekali. Disinilah kompetensi profesi dan sosial seorang guru diuji. Apakah dia bisa bersabar menghadapi siswanya atau tidak.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata menuturkan pendekatan kekeluargaan memang perlu diutamakan dalam setiap kasus konflik guru dan siswa atau orangtuanya. 

Dia mencontohkan kasus di Sidoarjo dan Makassar. Namun untuk kasus pemukulan orang tua ke guru seperti di Makassar, pendekatan kekeluargaan tidak bisa menghilangkan proses hukum yang sedang berjalan.

Sumber : jpnn.







Rabu, 23 Maret 2016

Siswa SDN Warugunung I Terserempet Truk Tronton

arcompnews.com - Selasa, 22 Maret 2016 peristiwa laka lantas kembali terjadi. Kali ini korban adalah seorang anak Sekolah Dasar Kelas 1 yang sekolah di SDN Warugunung I. Kala itu dia sedang dalam perjalan pulang dari sekolah. Dia tinggal di rusunawa Warugunung dan dia pulang melalui jalan Gg. Rusun yang biasa ia lewati. Di jalan ini memang merupakan kawasan jalan industri, karena banyak pabrik dan juga ada proyek tol SUMO.  Menurut warga setempat anak ini mengendarai sepeda ontelnya dengan sentiyang - sentiyung atau lenggak - lenggok. Tanpa ia sadari di belakangnya tengah ada mobil truck tronton yang mengangkut muatan tanah urug yang melaju agak pelan. Supir truk berniat menyalip anak tersebut, tapi na'as anak tersebut terserempet bagian ban kiri truk dan kemudian terjatuh. Menurut Aan saksi mata di TKP, "posisi anak ini berada persis di depan roda ban depan dan sebagian badannya sudah sedikit terlindas oleh ban truk tersebut" terangnya.

Sabtu, 27 Februari 2016

Pelaku Tabrak Lari Siswa SD sudah di temukan

arcompnews.com - Pagi tadi sekitar pukul 09.00 pagi di lingkungan SD Kebraon sempat di bikin geger oleh datangnya pelaku tabrak lari. Dia datang dan mengaku kepada pihak sekolah bahwa dialah pengemudi mobil yang telah menabrak sebut saja YG. Pelaku adalah salah seorang pegawai yang Dinas di Pelabuhan Perak Surabaya, sebut saja Mr. X.

Dia berdalih bahwa pada saat itu ia hendak makan di warung soto yang ada

Jumat, 26 Februari 2016

Siswa SDN KEBRAON Korban Tabrak Lari

arcompnews.com - Jum'at, 26 Februari 2016 siang tadi telah terjadi insiden tabrak lari di daerah Balas Klumprik, Surabaya. Korban adalah seorang anak Sekolah Dasar kelas 3 siswa dari SDN Kebraon I Surabaya. Kejadian itu terjadi pukul 08.30 saat korban sedang mengikuti pelajaran olah raga. Menurut saksi warga setempat saat itu korban sedang berlari di tepi jalan raya kemudian melaju sebuah mobil sekelas Toyota Agya atau Daihatsu Ayla ber-nopol L xxx BB (belum di ketahui dengan jelas) dari belakang dengan kecepatan cukup cepat. Na'as korban yang tengah berlari tersebut di tabrak dari belakang.

Siswa Korban Tabrak Lari

Tanpa memberi pertolongan pada korban, dan jalan kelihatan agak sepi, pelaku malah melarikan diri tanpa menggubris teriakan warga. Menurut saksi warga setempat ciri - ciri mobil yang di gunakan pelaku adalah mobil berwarna putih, Plat nopol L xxxx BB, ada tulisan HANTU LAUT pada bagian belakang mobil, Mobil sejenis Ayla/Agya (sejenis sedan/mobil kecil). Menurut beberapa warga, bahwa tulisan "HANTU LAUT" ada hubungannya dengan TNI AL dan/atau Pekerja di PERAK Surabaya dan/atau Pengusaha dari Sumber Laut.